Wednesday, May 8, 2013

PROFESSIONALISM


Vocaburay – New Words

Librarian
Marketing manager
meeting
Must have
Past life
personality
politician
Profession
professionalism
psychic
renewal
Review (at work)
accountant
background
Break down
Dishonest
Earn a living
employ
ethical
influence
pursue
Take advantage of
True professional
trustworthy
unethical
unprofessional
Unskilled
workforce


Case:
1.    When Bob came home from work he was very depressed. He told his family he needed to find another job. What must have happened?
2.    Peggy had her yearly review yesterday. She left the meeting smiling. Today she drove to work in a new car. What must have happened?
3.    Lisa has been upset all day. She has worked hard for three years as character actress in a TV series. Her contract is up for renewal this week. Marketing managers have told her the TV show’s ratings have been low. What must have happened?

THINK
Most professionals are ethical, but unfortunately some aren’t. Work with a partner and discuss how these dishonest professionals could take advantage of the people they are supposed to be helping. What should the people do if they have been taken advantage of? Fill in the chart below.

Profession
What could happen if the person is unethical?
Who should the unethical behavior be reported to?
Used car salesperson
The salesperson sells you a car that breaks down

Lawyer


Doctor


Questions

1. What are five professions that have a reputation for employing trustworthy and honest people?
2. What professions have a reputation for employing unprofessional, unethical and unskilled individuals?
3. What is your profession now? How do most people view what you do for a living?
4. What is the difference between a job and a career? What jobs or careers you think to earn good living? Why?
5. When you were a child, what career did you think you would pursue when you grew up? Do you have that job now? Are you trying to get that job? Why or why not?
6. Have you ever met a dishonest professional? Have you ever been taken advantage of in a business transaction? Talk about it.
7. What is “true professional”? Talk about a professional person who helped improve your life.

KETRAMPILAN BERPIKIR KRITIS, CARA MENGAJARKAN DAN CARA MENGUKURNYA


Kemampuan berpikir kritis adalah satu dari bagian penting dalam segala aspek kehidupan seseorang. Berpikir kritis digunakan dalam berbagai situasi dan kesempatan dalam upaya memecahkan persoalan kehidupan. Oleh karena itu menjadi penting pula seseorang untuk belajar tentang bagaimana berpikir kritis, karena seseorang tidak serta merta mampu berpikir kritis tanpa melalui proses belajar. Berpikir kritis adalah sebuah ketrampilan yang didapatkan melalui proses, bukan merupakan sifat yang diwariskan orang tua kepada anaknya. Untuk itu perlu adanya upaya untuk mengajarkan tentang bagaimana berpikir kritis kepada siswa di sekolah sedini mungkin.

Definisi Berpikir Kritis
          Sebelum lebih jauh kita membahas bagaimana mengajarkan berpikir kritis kepada siswa, kita perlu tahu apa sebenarnya berpikir kritis itu. Beberapa ahli menyampaikan pendapatnya tentang definisi berpikir kritis, di antaranya seperti yang disampaikan oleh Achmad (2007) beberapa definisi dari para ahli antara lain Halpen, Angelo, Scriven, dan Ennis. Halpen (1996) menyatakan bahwa berpikir kritis adalah memberdayakan ketrampilan atau strategi kognitif dalam menentukan tujuan. Pendapat serupa disampaikan oleh Anggelo (1995), menurut beliau berpikir kritis adalah mengaplikasikan rasional, kegiatan berpikir yang tinggi, yang meliputi kegiatan menganalisis, mensintesis, mengenal permasalahan dan pemecahannya, menyimpulkan, dan mengevaluasi. Scriven (2001) berpendapat berpikir kritis adalah proses intelektual yang aktif dan penuh dengan ketrampilan dalam membuat pengertian atau Konsep, mengaplikasikan, menganalisis, membuat sintesis, dan mengevaluasi. Sedangkan Ennis (1985) mendefinisikan berpikir kritis adalah cara berpikir reflektif yang masuk akal atau berdasarkan nalar yang difokuskan untuk menentukan apa yang harus diyakini dan dilakukan.

Dari semua yang telah disampaikan oleh para ahli di atas dapat kita lihat adanya ciri-ciri dari seseorang telah memiliki kemampuan berpikir kritis. Wade (dalam Achmad, 2007) mengidentifikasi delapan ciri seseorang telah berpikir kritis, antara lain: merumuskan pertanyaan, membatasi masalah, menguji data, menganalisis berbagai pendapat, menghindari pertimbangan yang sangat emosional, menghindari penyederhanaan berlebihan, mempertimbangkan berbagai interprestasi, dan mentoleransi ambiguitas. Seorang yang berpikir kritis mempunyai sikap terbuka dan mudah untuk menerima adanya perbedaan. Ia juga sangat teliti dalam segala hal, dan mempunyai standar baku dalam menilai sesuatu. Argumen yang disampaikan selalu didasari oleh data-data yang akurat. Dan dia mampu membuat kesimpulan dengan tepat dari beberapa pernyataan yang ada. Satu lagi, seorang yang berpikir kritis selalu memandang sesuatu dari berbagai sudut pandang yang berbeda.

Mengapa Harus Mengajarkan Ketrampilan Berpikir Kritis kepada Siswa?
Wibowo (2010) menyatakan bahwa kadang orang awam, bahkan guru masih terkagum-kagum dengan banyaknya informasi yang bisa diungkap seseorang. Penghargaan terhadap hal tersebut sangat tinggi, bahkan seseorang bisa masuk museum rekor dengan hanya hafal nama presiden, nomor telepon dalam buku telepon, dan lain-lain. Artinya apa? Bukan berarti kemampuan menghafal seperti itu tidak berguna. Tapi dapatkah seseorang bisa “bertahan hidup” hanya dengan bekal hafalan?
Seperti telah disampaikan di atas bahwa berpikir kritis merupakan bagian penting dari aspek kehidupan seseorang, termasuk siswa. Sebagai ilustrasi, sangatlah mudah untuk mengajarkan kepada siswa tentang sebuah informasi, misalkan definisi dari fotosintesis. Guru  juga lebih mudah untuk mengevaluasinya, cukup dengan membuat soal seputar definisi fotosintesis. Dan bagi siswa bahkan tidak merasa perlu untuk memahami fotosintesis tetapi cukup menghafal definisi yang diberikan oleh guru. Pertanyaannya, apakah itu berguna bagi siswa di luar sekolah? Apa yang didapat siswa sebagai bekal kehidupan saat siswa telah lulus nanti?Jawabannya tentu saja tidak ada yang berguna bagi siswa di dalam kehidupannya kecuali hanya sedikit saja. Oleh karena itu harus ada perubahan paradigma mengajar dari hanya memberikan informasi menjadi mengajarkan cara mencari informasi dan mempergunakannya untuk hal-hal lain yang bermanfaat.
Kendala dalam Mengajarkan Ketrampilan Berpikir Kritis.

          Kendala yang umum dialami dalam mengajarkan ketrampilan berpikir kritis lebih banyak datang dari kultur pembelajaran di negeri kita. Misalnya pembelajaran yang masih berpusat pada guru, guru masih menjadi segalanya di dalam kelas. Guru malas untuk merancang sebuah kegiatan pembelajaran yang memberi kesempatan siswa untuk mengaktualisasi dirinya.
Kendala yang lain adalah pada sistem penilaian, suatu yang klasik tapi sulit untuk dipecahkan. Selama ini penilaian lebih banyak ke arah kemampuan kognitif tingkat rendah. Siswa baru dikatakan berhasil jika siswa lulus dari ujian dan mendapat nilai bagus. Sampai saat ini masalah ini masih menjadi polemik dan belum ada penyelesaian yang baik.

          Lepas dari macam kendala di atas, kondisi siswa walaupun kadang menjadi kendali tidak boleh dijadikan alasan untuk tidak mengajarkan ketrampilan berpikir kritis pada siswa. Justru inilah tantangan yang harus dipecahkan oleh guru, terutama mereka yang bertugas di sekolah-sekolah “pinggiran”.

Mengajarkan Ketrampilan Berpikir Kritis

Untuk mengajarkan ketrampilan berpikir kritis dapat dilakukan dengan berbagai metode. Terutama metode yang sifatnya memberi keleluasaan siswa untuk mengeksplorasi diri misalnya metode eksperimen, metode diskusi, dan metode karya wisata. Model pembelajaran yang digunakan juga dapat divariasikan dari model-model pembelajaran yang ada. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa apapun metode dan model yang digunakan pengajaran ketrampilan berfikir kritis ini harus sampai pada tahap siswa dapat mengerti dan belajar menggunakannya, jika tidak maka tidak akan banyak manfaatnya bagi diri siswa.

Sutrisno (2010) menyebutkan ada empat komponen yang harus ada dalam suatu pembelajaran suatu ketrampilan termasuk ketrampilan berpikir kritis, yaitu: identifikasi komponen prosedural, instruksi dan pemodelan langsung, latihan terbimbing, dan latihan bebas.

Penjelasannya sebagai berikut:
          Identifikasi komponen-komponen prosedural. Pada tahapan ini siswa dikenalkan pada ketrampilan dan langkah khusus yang diperlukan dalam ketrampilan tersebut. Dalam pembelajaran misalnya dengan memberikan petunjuk praktikum, aturan diskusi, petunjuk pelaksanaan proyek.

          Instruksi dan pemodelan langsung. Pada tahap ini guru memberikan instruksi dan pemodelan langsung. Instruksi dan pemodelan memberikan gambaran singkat tentang ketrampilan berpikir kritis yang harus dikuasai siswa.
Latihan terbimbing. Latihan terbimbing memberikan kesempatan kepada siswa untuk menerapkan ketrampilannya dengan bimbingan guru. Guru harus mendorong siswa untuk menggunakan ketrampilannya secara berulang-ulang dan terus-menerus.
Latihan bebas. Latihan bebas harus dirancang oleh guru agar siswa dapat melatih ketrampilannya secara mandiri, misalnya dengan penugasan atau proyek. Jika tiga tahap pertama telah dilaksanakan secara efektif, diharapkan siswa akan mampu menjalankan tugas atau proyek ini dalam kisaran 95% sampai 100%.

Bagaimana mengukur ketrampilan berpikir kritis
          Untuk mengetahui keberhasilan suatu pembelajaran maka perlu melakukan pengukuran (evaluasi) terhadap pembelajaran tersebut. Pengukuran sebaiknya dilakukan bukan hanya pada hasilnya tapi juga pada prosesnya. Untuk ketrampilan berpikir kritis penilaian proses mutlak diperlukan. Lalu bagaimana caranya? Apa saja yang perlu diukur. Douglas dan Nancy (dalam Rahmat, 2010) menyatakan bahwayang mendasari pengembangan kemampuan siswa adalah kecakapan berpikir kritis sebagai ketrampilan tertinggi dan meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu perlu dibuat instrumen yang berurusan dengan kedua fokus tersebut.

Rahmat (2010) merekomendasikan dua macam dasar yang bisa digunakan untuk menyusun instrumen ketrampilan berpikir kritis yaitu Taksonomi Bloom dan Pendekatan Pemecahan Masalah (Problem Solving). Taksonomi Bloom yang memuat level berpikir meliputi: ingatan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi tepat untuk mengintegrasikan pengembangan kemampuan berpikir kritis dan penguasaan ilmu pengetahuan. Sedangkan Pendekatan Pemecahan Masalah dapat dirumuskan dalam beberapa variabel berikut: tujuan, kata kunci permasalahan, menyikapi masalah, sudut pandang, informasi, konsep, asumsi, alternatif pemecahan masalah, interprestasi, dan implikasi.
Penutup

          Dari apa yang telah dibahas di atas dapat kita simpulkan bahwa pengajaran ketrampilan berpikir kritis mutlak diperlukan untuk membekali siswa dalam menempuh kehidupannya. Jadi bisa dikatakan guru akan menanggung dosa jika kelak siswa mengalami kesengsaraan karena tidak pernah diajarkan padanya tentang ketrampilan berpikir kritis.

Daftar Rujukan:
Achmad, Arief. 2007.Memahami Berpikir Kritis. (Online), (http://re-searchengines.com /1007arief3.html), diakses 24 Mei 2011
Rahmat.2010. Pengukuran Ketrampilan Berpikir Kritis. (Online), (http://gurupembaharu.com /home/?p=3462) diakses 18 Mei 2011.
Sutrisno, Joko. 2010. Menggunakan Ketrampilan Berpikir untuk Meningkatkan Mutu Pembelajaran. (Online), (http://www.scribd.com/doc/54977805/artikel-erlangga) diakses 18 Mei 2011.
Wibowo, S. Agung. 2010. Dilema Mengajarkan Isi atau Cara Berpikir. (Online), (http://agung1971.wordpress.com/2010/03/29/dilema-mengajar-isi-atau-cara-berpikir/)


Friday, May 3, 2013

Job Interview


Job Interview
Vocabulary
Job skill
interview
employer
characteristic
company
question
employement
prepare
ask
hire
alphabetically
fire
get
Look for
file
answer
Best way
application
duty
expression
experience
guide
possible
network
supervisor
last
important
Hiring practice
salary
state

reference




Filing is one important job skill. There are many ways to file. Some companies file alphabetically. Practice filing by alphabetizing your new vocabulary words.
1. _______________________________ 9. _______________________________
2. _______________________________ 10. _________________________________
3. _________________________________           11. ___________________________________
4. _________________________________           12. ____________________________________
5. __________________________________         13. ____________________________________
6. __________________________________         14. ____________________________________
7. __________________________________         15. ____________________________________
8. __________________________________         16. ____________________________________


FILL IN
Fill out the job application.

Name ___________________________________________________________________________
                         Last                                                            First                                                                                            Middle
Address _________________________________________________________________________
                                     street                                                                        City                                                                         State
Phone Number (___)__________________              Are you over 18? ________   Date available _____
Circle the last grade you completed 5  6  7  8  9  10  11  12                college                 university
List your employment skills __________________________________________________________
List your work experience. Start with your last or current employer first. If you need more space, attach another paper.
Employer (Company) ______________________________________________________________
Supervisor’s name ______________________________   Phone number (____)_______________
Your title __________________  Job duties ______________ Salary ________________________
Dates of employment: from ______ to _______                  May we contact employer? __________
Reason for leaving? _____________________________________________________________
List two references who have known you for at least one year. Write their names and telephone numbers.
_______________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________________
Date _______________           Applicant’s signature _____________________________________
Write in the hours you are able to work under the days. Write A.M. or P.M.


Monday
Tuesday
Wednesday
Thursday
Friday
Saturday
Sunday
Day







Night







      
 
 Question
1. Getting a new job can be difficult. Name at least four ways people find jobs. Example – Networking is a good way to find a job.

2. Name five things that people do to prepare for job interview.
3. What are five questions that employers often ask at job interviews?
4. Give five or more answers to your questions.
5. When an employer ask you if you have any questions, what do you answer? State five possible questions you can ask about the job or the company.
6. Think about your last job interview. Tell about your experience. What questions did the employer ask you?
7. Did you get the job at your last interview? Why do you think the employer did or didn’t hire you?
8. What has been the best way for you to find a job? Talk about how you have looked for work.
9. What do you think are some important characteristics employers look for when they are hiring people? Examples – A person who comes to work on time. A reliable person.
10. Do you think that hiring practices are fair? Why or why not??
11. Why do employers fire some people? Name five reasons?
12. “Working your way to the top” is a popular expression in English. What do you think it means?