Pendidikan dapat berubah tergantung dari semua komponen yang
ada, seperti kurikulum, sekolah itu sendiri sebagai organisasi, guru, murid dan
masyarakat. Hal ini sangat sederhana
dan juga sangat kompleks karena keterkaitan satu sama lainnya akan mempengaruhi
perubahan itu sendiri.
Semua ini dapat
dilihat kelas dan sekolah akan efektif jika perekruitan kualitas guru yang
mengajar dapat diperbaiki dan tempat pekerjaan yang dapat memberikan energy
positif pada guru sehingga guru tersebut dapat melakukan pekerjaan dengan baik.
Keduanya
mempunyai hubungan secara professional yang dikondisikan oleh semua komponen
untuk menarik masyarakat agar dapat terlibat didalamnya.
Selain itu, dapat
dikatakan dalam buku ini bahwa tidak ada kurikulum yang baik atau yang jelek,
tetapi kurikulum itu harus dibuat disesuaikan dengan kondisi, situasi,
toleransi, dari sekolah tersebut sebagai learning organization.
Pengetahuan memainkan peranan yang
besar dalam proses perubahan pendidikan, sehingga dapat mengisi kekosongan yang
ada untuk mendapatkan perubahan pendidikan yang lebih baik.
Jika akar permasalahan itu adalah
perubahan dalam pengetahuan yang dapat berproses untuk memperhitungkan
kelemahan dan kekuatan dalam suatu pengetahuan, maka diharuskan untuk membuat
perbaikan dalam pendidikan. Sehingga pendidikan tidak salah sasaran. Dengan
demikian untuk membuat pembelajaran di dalam sekolah dapat menjadi sukses harus
dilihat dari cara pandang untuk berubah dan mempunyai focus yang jelas apa yang
harus diubah. Maka dapat dikatakan perubahan tersebut terjadi dalam:
Individu sebagai
orang yang ingin melakukan perubahan
Individu yang ingin melakukan
perubahan, individu ini harus mau belajar untuk memperluas kapasitas personal
dalam mencapai hasil kerja yang paling diinginkan, dan menciptakan lingkungan
organisasi yang menumbuhkan seluruh anggotanya untuk mengembangkan diri mereka
menuju pencapaian sasaran dan makna bekerja sesuai dengan harapan yang dipilih.
Guru didalam satu system
pembelajaran didesain untuk menghadapi keberlanjutan basis-basis yang secara
dinamik didalam kelas dan didalam diri anak muridnya. Hal ini bukan berarti
bahwa guru adalah malaikat dan harus selalu berada disetiap sisi kehidupan
murid, bukan berarti itu, tetapi guru dapat melakukan perubahan yang lebih baik
dan berinovasi untuk menjadikan anak muridnya lebih percaya diri dan mempunyai
keinginan untuk berinovasi secara keberlanjutan.
Punishment dan
rewarding selalu ada dalam kelas, tetapi, jauh lebih baik jika guru dapat
membawa peserta didiknya untuk mengetahui nilai-nilai suatu kehidupan dan
nilai-nilai pembelajaran disekolah untuk lebih baik lagi.
Oleh karena itu, guru tidak hanya
harus menunggu system itu akan berubah, tetapi guru harus melakukan perubahan
yang lebih baik dan harus mau mengubah kapasitasnya agar lebih luas dan lebih
dalam untuk anak didik, sekolah itu sendiri, lingkungan dan dirinya sendiri.
Mental Models
Mental models adalah refleksi untuk
melihat organisasi itu sendiri agar dapat mengetahui apakah organisasi tersebut
sudah berubah. Dan ini merupakan kesinambungan untuk memperjelas dan
meningkatkan gambaran diri kita sendiri tentang dunia luar dan melihat
bagaimana mereka membentuk keputusan dan tindakan kita.
Nilai yang terkandung dalam mental
model harus mengacu pada model pembelajaran untuk semua jenis tingkatan. Karena
dalam perkembangannya, anak-anak akan meniru gurunya yang ada didepan kelas dan
ini akan menjadi nilai yang ada dalam anak-anak tersebut. Memberi contoh yang
baik dan mengajarkan bagaimana sesuatu yang baik itu diperlukan oleh setiap
individu.
Selain itu guru haruslah dapat
member contoh bagaimana menyikapi sesuatu kegagalan, menyikapi stress, dan
menghadapi masalah yang sulit.
Pembelajaran ini
mengharuskan adanya mental model yang kuat dalam diri individu didalam organisasi
ini terutama organisasi sekolah.
Terkadang sekolah yang modern justru
menjadi tidak sepadan (ill-matched) dengan perkembangan kebiasaan dan
ketrampilan dalam pembelajaran. Karena dalam sekolah yang modern, kurikulum
yang dibuat lebih ditekankan pada bagaimana materi pembelajaran itu harus
selesai, tanpa melihat bagaimana anak-anak mengerti tentang pembelajaran
tersebut.
Kegagalan murid
disebabkan oleh konsep kurikulum yang kaku dan tidak jelas, sehingga anak didik
akan mengalami kesulitan dalam meyerap pelajaran.
Share Vision
Dapat membangun
rasa komitmen dalam suatu kelompok dengan mengembangkan suatu gambaran bersama
tentang masa depan yang akan diciptakan, prinsip dan praktek yang menuntun cara
kita untuk mencapai tujuan masa depan itu sendiri dari sebuah organisasi
sekolah.
Sangat sulit untuk membagi
pengetahuan yang telah diciptakannya dan membangun perubahan yang fundamental
dalam suatu organisasi. Komitmen sangat diperlukan untuk perubahan dan
membangun visi bersama dengan focus yang kecil tetapi serius akan memakan waktu
dan energi yang tidak sedikit. Intisari dari visi suatu organisasi tidak dating
dari hanya satu orang saja, tetapi akan lebih baik jika dibangun bersama dan
intisari ini dapat dimaknai bersama dan dibagi bersama untuk kemajuan
organisasi.
Sekolah yang hanya mempunyai SDM
(Share Decision Making) yang kecil tidak dapat member perhatian pada
kurikulumnya, karena masing-masing individu hanya berorientasi pada dirinya
sendiri dan tidak dapat mengelola organisasi tersebut menjadi baik. Point
dasarnya adalah partisipasi semua pihak untuk berbagi visi dalam membuat
keputusan dan berfokus pada hal yang benar akan menjadi intisari dari suatu
kurikulum dan instruksi pembelajaran yang baik.
Dapat disimpulkan dengan adanya share vision maka:
• Antusias
dan dedikasi dari masing-masing pihak seperti guru, murid, pengelola sekolah,
pengawas sekolah, orang tua murid dan masyarakat sangat dibutuhkan dan saling
berkaitan antara satu dan lainnya.
• Komitmen
dari semua pihak yang diatas sangat dibutuhkan dan semua pihak mempunyai
kesadaran dan keinginan untuk adanya perubahan yang lebih baik.
• Membangun
dan menciptakan setiap individu dan organisasi agar lebih professional dalam
membangun suatu perubahan.
• Membangun
share vision tentang apa yang murid ketahui dan murid dapat lakukan.
Jika semua hal tersebut diatas dapat dijalankan secara baik,
maka school as a learning organization dapat menjadi lebih baik dan sukses.
No comments:
Post a Comment